Kain Asal Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara yang Elok dan Menawan – Engrasia
Cart 0
Whatsapp: 081297175060

Kain Nusantara #2: Kain Asal Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara yang Elok dan Menawan

Dita Nadya Ardiyani

Pada edisi sebelumnya, kami telah membahas mengenai kain nusantara yang berasal dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Sekarang kita bergerak ke bagian tengah Indonesia karena giliran kain asal Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara untuk diulas telah tiba.

Keelokan kain tradisional yang menawan dari ketiga pulau tersebut sungguh menggoda untuk dikenal lebih jauh. Tanpa perlu berlama-lama, mari kita simak penjelasan lanjutnya berikut ini! 

Gringsing

kain Gringsing Bali

Kain Gringsing Bali. (Sumber: Klikhotel)

Gringsing, berasal dari Bali, adalah satu-satunya kain tradisional Indonesia yang dibuat dengan teknik dobel ikat handmade. Prosesnya memakan waktu 2-5 tahun sehingga membuatnya sangat berharga. Nama Gringsing berasal dari bahasa Bali “gring” yang berarti sakit dan “sing” yang berarti tidak. Dari nama tersebut pun sudah dapat ditebak bahwa kain ini berfungsi sebagai media penyembuhan penyakit dan penolak bala.

Sutra Bugis

kain sutera Bugis

Kain sutera Bugis. (Sumber: Freemagz.com)

Kain Sutra Bugis asal Sulawesi Selatan ditenun dengan benang dari ulat sutera. Ciri khasnya adalah kotak-kotak dengan ukuran dan warna berbeda sesuai makna dan pemakainya. Dua motif yang dikenal adalah Ballo Renni yang diperuntukkan bagi wanita yang belum menikah dan Ballo Lobang yang dikenakan oleh pria yang belum menikah. Awalnya kain ini hanya digunakan sebagai bawahan baju bodo (pakaian tradisional Sulawesi Selatan). Namun, kini pemanfaatannya sudah lebih luas, termasuk sebagai buah tangan khas daerah tersebut.

Tenun Ikat

kain tenun ikat Flores

Kain tenun ikat Flores. (Sumber: Mimbar.id)

Kain tenun ikat memiliki teknik pembuatan yang terbilang unik. Benang-benang diikat dengan tali sesuai motif agar benang yang diikat tersebut tidak ikut terwarnai saat dicelup. Setelahnya, benang-benang tersebut ditenun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Kain dengan teknik ini banyak ditemui di berbagai daerah, akan tetapi kain tenun ikat asal Flores, Nusa Tenggara Timur adalah yang paling populer.

Tenun Sasak

kain tenun Sasak

Kain tenun Sasak. (Sumber: Blog Shofyan91)

Tenun Sasak adalah kain khas Suku Sasak yang berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Proses pembuatannya menggunakan teknik tenun ikat, yang membedakan adalah motifnya yang dipengaruhi oleh budaya zaman prasejarah, Hindu, dan Islam. Motif tenun Sasak yang terkenal adalah motif horizontal, zigzag, dan tokek yang dipercaya dapat membawa keberuntungan.

Tenun Toraja

kain tenun Toraja

Kain tenun Toraja. (Sumber: Fashionpromagazine.com)

Kain tenun Toraja sudah ada sekitar ribuan tahun lalu dan awalnya dibuat dari serat kulit kayu dan nanas. Akan tetapi, saat ini serat kapas lebih banyak digunakan karena serat nanas cukup sulit didapat. Proses pembuatannya melibatkan alat tenun tradisional dan pewarna alami seperti pelepah dan daun tumbuhan tertentu. Motifnya pun bervariasi, mulai dari garis hingga bentuk tongkonan (rumah adat Toraja). Kain tenun ini banyak digunakan dalam upacara adat dan menjadi simbol status pemakainya.

Wah, kain-kain tradisional Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi di atas sangat mempesona, ya. Catat dalam ingatan agar Anda dapat membelinya saat berkunjung ke sana. Sampai jumpa di edisi terakhir seri Kain Nusantara minggu depan! :)


Referensi: Toraja Paradise, Klik Hotel, Wisata Gili Lombok



Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published