Sejarah dan Perkembangan Batik Betawi – Engrasia
Cart 0
Whatsapp: 081297175060

Sejarah dan Perkembangan Batik Betawi

Pandu Truhandito

Kami menemukan cerita yang menarik mengenai batik asal Jakarta, yaitu batik betawi. Asal usul batik ini, harganya, dan bagaimana batik ini berkembang seiring berjalannya waktu. Cerita ini kami ambil dari infojakarta.net.

Batik betawi yang kita kenal saat ini yaitu jenis batik yang berasal dari wilayah Jakarta. jika kita merunut sejarah batik betawi dari mulai era VOC) perusahaan dagang Belanda) yang dapat kita lihat melalui beberapa foto lawas, pada masa tersebut kota Batavia atau saat ini lebih dikenal dengan nama Jakarta yang merupakan akar budaya Betawi, pernah berkemban gusaha batik pada saat itu namun para pengusaha dan pengrajin batiknya berasal dari kota seperti pekalongan dan solo yang memang sudah dikenal sebagai penghasil batik.

Pada abad ke-19 masa kolonial Belanda terdapat salah satu pengusaha batik premium yaitu Eliza Van Zuylen (1863 – 1947). Kain Batik buatan Eliza Van Zuylen ini hanya mampu dimiliki oleh wanita yang sangat kaya karena harganya yang sangat mahal. Pada masa tersebut gaji pegawai pemerintah kolonial Belanda kurang lebih 20 gulden, dan kain batik berbentuk sarung ini yang selanjutnya biasa orang jaman dulu menyebutnya Sarung Eliza Van Zuyten harganya sekitar tiga belas gulden yang setara dengan harga tas chanel atau sepatu Christian Louboutin saat ini.

Motif batik Eliza Van Zuylen dengan gaya ‘Buketan’ batik dengan ornamen utama bunga yang bergaya eropa. Kain batik yang melilit pinggang atau orang jawa biasa sebut jarikan dan dikombinasikan dengan blouse dengan renda yang modis atau orang sekarang sebut kebaya. Motif batik yang dibuat untuk memnuhi selera orang eropa, biasanya kain batik tersebut berwarna cerah dengan desain naturalistik berbentuk burung dan rangkaian bunga dengan merek dagang bouquets of flowers ‘buketan’ dan batik tersebut diproduksi di kota pekalongan dari tahun 1890-1946. (Lihat koleksi batik pekalongan kami di sini)

Berdasarkan sejarah di atas, maka dapat kita katakan bahwa dahulu orang betawi tidak melakukan kegiatan membatik sebagaimana daerah lain seperti batik solo, batik cirebon atau batik pekalongan yang mampu membuat batik sendiri.

 

Seorang penulis seperti Suwati Kartika dalam judulnya “Batik Betawi: Dalam Perspektif Budaya Kreatif”, mengatakan bahwa kemungkinan besar asal usul batik betawi berasal dari asimilasi masyarakat jawa dan daerah pesisiran penghasil batik dengan masyarakat betawi yang menyatu, berkumpul serta tinggal dalam waktu yang lama pada satu lingkungan kota Batavia lalu menyebarkan budaya mereka dalam bentuk kain batik.

Seiring perkembangan jaman motif batik betawi muncul dengan menonjolkan motif batik khas Tumpal yang memiliki bentuk geometris segitiga yang harus ada di bagian depan. Gambar burung hong yang melambangkan kebahagiaan menjadi salah satu ciri khas tersendiri pada batik betawi karena hasil asimilasi dengan batik hokokkai.

 



Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published